Emak – Emak di Pemalang Kompak Alihkan Uang Dapur Buat Modal Kampanye Kades Idolanya

AkbarIndonesia.com//Pemalang – Kalau emak-emak sudah turun tangan, urusan politik desa pun bisa langsung gempar. Demi melihat desa mereka maju, sekelompok emak-emak di Desa Sungapan kompak menyisihkan uang belanja harian mereka untuk patungan dana kampanye bagi Waindun calon kepala desa pilihan mereka.
Aksi tak biasa ini mendadak viral setelah ratusan emak-emak berkumpul di salah satu rumah calon kades tersebut warga sambil membawa toples transparan berisi jajanan kue dan makanan,.pada saat akan menghantarkan Waindun mendaftar calon kades di balai desa setempat.
Gerakan sukarela ini murni lahir dari keinginan para ibu rumah tangga yang mendambakan perubahan nyata di Desa Waindun, tanpa ada paksaan atau iming-iming politik uang dari pihak calon.
“Kami butuh pemimpin yang ngerti kebutuhan dapur, harga sembako murah, dan jalanan desa mulus biar anak-anak aman ke sekolah. Makanya, daripada nunggu dikasih amplop, mending kami yang modalin calon kades yang jujur,” ujar Harti (45), koordinator aksi Emak Senin ( 31/8/2026).
Senada dengan Harti, seorang ibu rumah tangga
bernama Rina ( 48 ) mengaku, patungan dana dari para Ibu tersebut murni atas inisiatif sendiri semangat mendukung sang calon kades, didasari karena keinginan mereka untuk bisa memiliki Pemimpin desa yang amanah dan merakyat,
“Kami berkumpul di sini dengan membawa jajan dan makanan sendiri dan tanpa ada uang amplop, daripada dikasih uang nantinya malah belum tentu benar kalau sudah jadi,” ungkapnya.
Sementara itu Waindun ( 60 ) saat dikonfirmasi menuturkan, bahwa semenjak awal dirinya ragu untuk mencalonkan dirinya sebagai kepala desa, mengingat ia hanya seorang pensiunan pegawai biasa bukan pejabat, namun karena desakan yang terus berdatangan,baik dari saudara, tetangga dan para pemuda serta tokoh agama, akhirnya ia pun menyanggupi,
“Warga patungan untuk membiayai kebutuhan logistik kampanye, mulai dari cetak spanduk hingga konsumsi saat pertemuan warga. Calon kades yang didukung pun mengaku terharu dan tidak menyangka akan mendapat dukungan se-militan ini dari warga, terutama semangat emak-emak tak mau ketinggalan,” ungkapnya terharu.
Fenomena ini membuktikan bahwa suara perempuan desa tidak bisa dianggap remeh dalam menentukan arah masa depan kepemimpinan daerah. Dengan semangat gotong royong yang tinggi, emak-emak Desa Sungapan telah memberikan contoh nyata tentang bagaimana politik yang bersih dan partisipatif dimulai dari tingkat keluarga.
(Ragil)