Perluasan SPAM Di Sekitar Ruas Jalan Kepunten, Terindikasi Jadi Malapraktek Penyedia Konstruksi dan Jasa Pengawas

Akbarindonesia.com//Sidoarjo, – Satuan kerja Dinas Perumahan, Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang dalam kegiatan Perluasan SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum) Desa Kepunten Kecamatan Tulangan yang di laksanakan CV Wildan Saputra, dengan anggaran biaya Rp351.995.338,09, di nilai warga asal asalan, pasalnya jasa konsultan pengawas tidak faham Teknik (ENGINEERING), yang beralamat di Desa Ngaban RT 18 RW 6 NO 8 Sidoarjo, dengan anggaran Rp. 19.979.360,02 terindikasi bersekongkol dengan pelaksana kegiatan.
Pasalnya, beberapa warga mengeluh dengan pelaksanaan perluasan spam di Desa Kepunten Tulangan, yang di tuding asal asalan, Sukur (54) mengeluhkan.
” Kami sebagai warga senang dengan proyek pengembangan jaringan air ini, akan tetapi yang menjadi kerugian kami, halaman Depan rumah kami tidak karuan, mirisnya penanaman pipa itu tanpa sirtu (lapis pelingdung). Dan tanah galian pipa diurug kembali serta di padatkan dengan menggunakan mobil pick up, bukan pakai alat penumbuk (stemper), sehingga mengakibatkan bekas urugannya amblas kembali, bahkan warga Yang terdampak halamannya amblas harus memperbaiki halaman depan rumahnya secara mandiri.” Ungkapnya (3/09/2026).
Terkait banyaknya Keluhan warga, awak media mencoba menanyakan ke beberapa pekerja proyek tesebut terkait siapa kepala manager lapangannya dan siapa jasa pengawasnya, namun mereka menjawab tidak tahu.
Sementara Kusairi (45) selaku warga pembina pemuda Kepunten Tulangan, memberi peringatan keras kepada Satuan kerja Dinas Perumahan, Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang.
” Jangan gunakan penyedia atau rekanan dan jasa pengawas, yang mencari keuntungan pribadi, dengan merugikan warga dan keuangan negara.” Tegasnya.
Penulis : (NR)
Editor : Redaksi