RUSTAM : Harap Pemerintah Dan DPRD Perhatikan Pembangunan Jalan Poros Desa Baran Melintang

Akbarindonesia.com//KEPULAUAN MERANTI,RIAU – Dilihat dari sektor pembangunan, Kecamatan Pulau Merbau Kabupaten Kepulauan Meranti Provinsi Riau saat ini, memang jauh tertinggal dari wilayah kecamatan lain yang ada. Apalagi dilihat dari tingkat kesejahteraan ekonomi masyarakatnya juga semakin memprihatinkan.
Hal ini disamapaikan Pemuda Desa Baran Melintang, Rustam.
” Berbicara soal pembangunan infrastruktur, saat ini Desa Baran Melintang Kecamatan Pulau Merbau jauh dari kata sejahtera, lantaran kondisi infrastruktur jalan yang ada jauh dari kata layak untuk digunakan masyarakat.
Namun disayangkan, hal ini belum juga mendapat perhatian serius terutama dari Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, apalagi Pemerintah Provinsi dan pusat.
Termasuk para anggota DPRD Kepulauan Meranti yang mendapat suara yang katanya mewakili masyarakat dari Dapil Kecamatan Pulau Merbau ini, juga belum ada program – program pembangunan infrastruktur jalan dan lainnya yang diperjuangkan untuk kepentingan dan kebutuhan masyarakat Kecamatan Pulau Merbau khususnya Masyarakat Desa Baran Melintang sebagaimana yang diharapkan masyarakat”, terangnya.
Ia juga menambahkan, “Jalan poros yang ada di Desa Baran Melintang yang menjadi tanggung jawab sepenuhnya Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti yang ada yang digunakan setiap hari masyarakat hanya dengan lebar lebih kurang 2 meter selama ini hanya menunggu kehancuran saja.
Terlebih setiap air laut pasang pasti jalan poros satu – satunya ini untuk kebutuhan masyarakat tenggelam di makan air pasang. Seharusnya jalan ini sudah saatnya mendapat pembangunan dan atau peningkatan pelebaran jalannya 5 – 6 meter sebagaimana jalan kabupaten yang ada, di iringi dengan pembangunan turap betonnya agar jalan ini benar – benar dapat dimanfaatkan dengan maksimal sesuai yg di inginkan masyarakat Desa Baran Melintang.
Harapan pembangunan ini sudah seharusnya menjadi perhatian dan diperjuangkan oleh DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti khususnya para anggota DPRD perwakilan masyarakat Pulau Merbau. Namun perhatian itu hanya sebatas tinggal harapan saja tanpa ada realisasi nyata dari pejabat pemangku kepentingan tentunya membuat kita miris untuk berbuat lebih banyak demi kepentingan dan kesejahteraan masyarakat.
Angin syurga hanya sebatas pemanis kata dan modal politik belaka, aspirasi masyarakat ditepis dengan defisit anggaran saat ini, tapi kegiatan pokir dan lainnya diduga mengalir mulus dan nyaman demi kepentingan tertentu”, tutup Rustam
PENULIS : TIM REDAKSI
TIM EDITOR : REDAKSI