Kabut Asap Kembali Menyelimuti Kota Batam, Jarak Pandang Terganggu Kenyamanan Masyarakat Terancam.

Akbarindonesia.com//Batam, – Kabut asap tebal kembali menyelimuti kota Batam dalam beberapa hari terakhir, jarak pandang menurun drastis,udara terasa pekat ,dan penciuman hidung terasa pedas di berbagai kawasan kota, area pemukiman,hingga jalur transportasi.
Kondisi ini tentunya mengganggu kenyamanan sekaligus membahayakan kesehatan ribuan warga sekitar, berdasarkan pantauan awak media Akbaribdonesia com pada Selasa (29/09/2026), kabut asap ini diduga kuat dari kebakaran hutan Dan lahan Dari wilayah lain yang terbawa angin menuju ke kepulauan Riau, adanya aktifitas pembakaran sampah serta polusi dari kendaraan dan industri di dalam kota turut memperburuk kualitas udara yang sudah buruk.
sementara ini, pemerintah setempat Masih belum Bisa memastikan Kabut asap tersebut berasal Dari mana Dan penyebabnya Masih dalam penelitian pihak terkait,
sedangkan saat ini dampak yg di rasakkan masarakat antara lain gangguan pernafasan, iritasi hidung dan tenggorokan, serta gangguan penglihatan yg membahayakan keselamatan berlalu lintas di jalan raya.

Anak – anak, lansia dan ibu hamil menjadi kelompok yg paling rentan terkena dampak buruk kabut asap tersebut, bukan sekedar gangguan cuaca, partikel halus yg terkandung di dalamnya dapat terhirup dan masuk paru paru dan mengalir ke aliran darah, menimbulkan penyakit jangka panjang bagi kesehatan warga Batam dan sekitarnya di kepulauan Riau.
Masyarakat berharap, Pemerintah khususnya kota Batam bersama instansi terkait untuk segera memantau kualitas udara dan mengumumkan tingkat bahaya secara berkala kepada masarakat, melakukan penanganan sumber asap lintas wilayah agar penyebaran asap segera dapat di berhentikan, serta memberikan layanan kesehatan gratis atau prioritas bagi warga yg mengalami gangguan pernafasan akibat asap.
Masyarakat juga berharap kepada pemerintah kota Batam untuk segera lakukan penanganan asap kabut di kota Batam secara cepat dan berkelanjutan, kesehatan warga adalah hak yang tidak boleh dikorbankan.
Penulis : Yasin
Editor : Redaksi