Kades Kedabu Rapat, Mahadi : Demi Ekonomi Masyarakat, Harap Pemerintah Menambah Proyek Penahan Pantai Sepanjang 1.500 Meter Lagi

Akbarindonesia.com//KEPULAUAN MERANTI,RIAU – Pemerintah Pusat, Provinsi Riau maupun Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti diharapkan segera dapat membangun proyek pembangunan penahan pantai (batu geronjong/batu susun penahan ombak/gelombang) di Pinggir Pantai Desa Kedabu Rapat Kecamatan Rangsang Pesisir Kabupaten Kepulauan Meranti yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat Desa Kedabu Rapat ini sepanjang 1.500 meter lagi.
Sebagaimana diketahui bahwa Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029, Meranti telah ditetapkan sebagai daerah afirmasi dengan tiga kecamatan perbatasan yang menjadi prioritas pemerintah pusat dalam pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
Harapan ini disampaikan Kepala Desa Kedabu Rapat Kecamatan Rangsang Pesisir, Mahadi, S.,I.,P kepada media Akbarindonesia.com Rabu(16/9/2026).
Ia menuturkan , ” saya Mahadi, S.,I ,P, Kepala Desa Kedabu Rapat Kecamatan Rangsang Pesisir Kabupaten Kepulauan Meranti. Berharap kepada Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Riau maupun Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti agar segera dapat menambah proyek pembangunan penahan pantai (batu geronjong/batu susun/penahan ombak/gelombangi) di Pinggir Pantai Desa Kedabu Rapat Kecamatan Rangsang Pesisir ini yang masih membutuhkan lebih kurang sepanjang 1.500 Meter lagi sebagaimana yang diharapkan masyarakat Kedabu Rapat”, harap Kades Kedabu Rapat, Mahadi.
Mahadi juga menambahkan, ” apabila abrasi pantai di Desa Kedabu Rapat Kecamatan Rangsang Pesisir ini tidak segera diatasi dengan pembangunan proyek pembangunan penahan pantai (batu geronjong/batu susun/penahan ombak/gelombangi) di Pinggir Pantai yang masih membutuh 1.500 Meter lagi, pasti akan mengancam dan sangat memperburuk perekonomian masyarakat.
Karena intrusi menerpa lahan pertanian (sawah) produktif 150 Hektare milik masyarakat “, jelas Kepala Desa Kedabu Rapat, Mahadi,S.,I.,P.
Sekarang Baru 293 Meter Pengaman Pantai Desa Kedabu Rapat di Bangun Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia Melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera III Provinsi Riau
Saat ini abrasi yang terjadi di Pulau Rangsang, khususnya di Desa Kedabu Rapat wilayah Rangsang Pesisir Kabupaten Kepulauan Meranti sungguh sangat memprihatinkan. Karena telah menerpa lahan pertanian (sawah)produktif milik masyarakat di Desa Kedabu Rapat seluas 150 Ha.
Saat ini Pemerintah Pusat baru membangun Proyek Penahan Pantai yang dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera III Provinsi Riau di Desa Kedabu Rapat Kecamatan Rangsang Pesisir ini sepanjang 293 Meter saja.
Sedangkan yang diharapkan masyarakat agar lahan pertanian (sawah) produktif milik masyarakat di Desa Kedabu Rapat seluas 150 Ha dapat terlindungi dari dampak abrasi di Desa Kedabu Rapat ini masih membutuhkan lagi proyek penahan pantai (batu penahan ombak/gelombang/batu geronjong) ini sekitar sepanjang 1.500 Meter lagi.
Meranti Bagian Terluar Indonesia, Berbatasan Langsung Negara Jiran Malaysia, Abrasi Rangsang Pesisir Meranti Capai 15 Meter/Tahun
Abrasi di wilayah pesisir Kabupaten Kepulauan Meranti Provinsi Riau berdasarkan dataTahun 2014 rata-rata mencapai 15 meter per tahun. Abrasi terjadi karena wilayah kepulauan ini berbatasan langsung dengan perairan Selat Malaka.
Kepulauan Meranti ini terletak di gugusan terdepan dan bagian terluar Indonesia, terpisah oleh Selat Malaka karena berbatasan langsung negeri jiran Malaysia.
Secara otomatis, wilayah Kepulauan Meranti ini hanya menerima dampak gelombang dari air laut selat itu berupa pengikisan pantai. Karena Selat Malaka adalah jalur pelayaran internasional.
Pada musim tertentu, arus laut selat ini berkekuatan cukup besar. Di jalur ini, pelayaran dikenal cukup sibuk. Abrasi pada wilayah ini tidak dapat dihindarkan.
Akibat abrasi, luas wilayah daratan di Meranti berkurang seperti pada beberapa tempat terjadi pembentukan tanjung atau tanah yang menganjur ke laut.
Kepulauan Meranti terdiri dari Pulau Tebing Tinggi, Pulau Padang, Pulau Merbau, Pulau Ransang, Pulau Topang dan Pulau Manggung. Lalu Pulau Panjang, Pulau Jadi, Pulau Setahun, Pulau Tiga, Pulau Baru, Pulau Paning, Pulau Dedap,Pulau Berembang dan Pulau Burung. Tingginya laju abrasi di Meranti, membuat erosi pantai hilangkan luas daratan.
Abrasi terjadi di bagian wilayah pesisir Kabupaten Kepulauan Meranti ini khususnya bagian terluar seperti di Pulau Merbau, Pulau Padang dan Pulau Rangsang total sekitar 1.956 hektare.
Abrasi paling parah terjadi di Pulau Rangsang telah mencapai 1.427 hektare meliputi panjang pantai 73,51 kilometer dengan lebar 355 meter.
Belum lagi intrusi atau masuknya air laut ke wilayah daratan, menyebab matinya tanaman pertanian, perkebunan dan sawah masyarakat (sawah) yang produktif seperti di Desa Kedabu Rapat Kecamatan Rangsang Pesisir mencapai ribuan Hektare. Tentunya harus disikapi untuk mengatasi abrasi pantai ini dengan solusi yang sangat serius dan prioritas dengan program pembangunan batu penahan pantai secara maksimal sehingga implementasi nyata dari kebijakan pemerintah ini benar – benar dapat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat Desa Kedabu Rapat Kecamatan Rangsang Pesisir ini.
Penulis : RUSTAM
Tim Editor : REDAKSI