Kebakaran Di PT Superior Prima Sukses (SPS) Desa Warukulon Menyebabkan Korban Jiwa.

Akbarindonesia.com//LAMONGAN – Korban meninggal dunia akibat ledakan dan kebakaran di PT Superior Prima Sukses (SPS), pabrik bata ringan Blesscon di Desa Warukulon, Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan, bertambah menjadi 4 orang. Tiga pekerja lainnya masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Kasi Humas Polres Lamongan, IPDA M. Hamzaid, membenarkan data terbaru tersebut. “Update korban kecelakaan kerja di pabrik bata ringan Lamongan, 4 orang meninggal dan 3 orang masih menjalani perawatan,” ujarnya, Jumat (18/9/2026).
Empat korban meninggal dunia adalah MSF (25), warga Babat, yang meninggal di lokasi kejadian; F (31), warga Turi, yang meninggal dalam perjalanan ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya sekitar pukul 01.00 WIB; IS (36), warga Kedungpring, yang meninggal di RS Muhammadiyah Lamongan (RSML) sekitar pukul 04.00 WIB; dan RF (20), warga Laren, yang meninggal di RSML sekitar pukul 09.30 WIB.
Tiga korban luka yang masih dirawat adalah AAW (31), warga Pucuk, dirawat di RS Katolik Surabaya; SK (36), warga Simokerto, Surabaya, dirawat di RSUD Dr. Soetomo Surabaya; serta ADR (20), warga Laren, dirawat di RS Katolik Surabaya.
Disnakertrans Provinsi Jawa Timur bersama tim telah turun ke lokasi yang kini dipasangi garis polisi. Pengawas Ketenagakerjaan Sub Korwil Lamongan, Nurainiyah Silvia Indriani, menyatakan penyebab ledakan belum dapat disimpulkan karena masih dilakukan pemeriksaan lanjutan. Seluruh korban tercatat sebagai peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan, dan perusahaan berkomitmen memberikan bantuan pengobatan tambahan di luar jaminan BPJS.

Manajemen PT SPS melalui Public Relations, Melin Cahya, belum memberikan kronologi resmi maupun detail evaluasi K3. “Kami masih fokus melakukan pendampingan korban dan keluarga di rumah sakit serta berkunjung ke rumah duka,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari pihak kepolisian maupun Disnaker mengenai adanya korban kelima. Polisi masih menyelidiki penyebab pasti insiden yang terjadi di ruang pengendapan pabrik tersebut.
(Deden)