Warga RT 05/RW 04 dan Syndrome 5/4 Gelar Syukuran Pasca Karnaval HUT RI ke-81, Ada Protes Soal Penilaian Juri

Akbarindonesia.com//SIDOARJO – Suasana haru bercampur bangga menyelimuti Lapangan Desa Wonoayu pada Minggu (6/9/2026). Warga RT 05/RW 04 bersama kelompok Syndrome 5/4 menggelar acara syukuran sebagai bentuk rasa terima kasih atas partisipasi mereka dalam memeriahkan Karnaval 17-an yang digelar sebelumnya, tepatnya pada 30 Agustus 2026.
Acara ini merupakan rangkaian perayaan menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81.
Karnaval yang diselenggarakan oleh Karang Taruna (Kartar) Desa Wonoayu tersebut menjadi ajang unjuk kreativitas dan semangat kebangsaan bagi seluruh lapisan masyarakat. Kelompok Syndrome 5/4 tampil dengan antusiasme tinggi, berbaur bahu-membahu dengan warga RT 05/RW 04.
Mereka menampilkan pertunjukan penuh totalitas yang menjunjung tinggi nilai-nilai perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan, sebuah tema yang diusung dengan serius dan penuh penghayatan.

Meskipun belum berhasil membawa pulang piala atau meraih peringkat juara dalam kompetisi tahun ini, sikap sportif tetap ditunjukkan oleh sebagian besar peserta. Lastri dan Ria, yang bertindak sebagai koordinator lapangan (korlap), menyatakan bahwa tim menerima hasil tersebut dengan legowo.
“Kami hadir untuk meramaikan dan menghormati momen bersejarah ini. Walaupun belum hoki atau menang tahun ini, kami bersyukur bisa berpartisipasi dan diterima dengan baik oleh masyarakat,” ujar Lastri saat ditemui awak media di lokasi syukuran.
Namun, di ruang lain, nuansa sedikit berbeda terasa. Ketua RT 05, Bapak Sleman, yang didampingi oleh Rohman, menyampaikan keluhan terkait mekanisme penilaian dalam karnaval tersebut. Menurut Pak Sleman, kekompakan dan kedisiplinan tim Syndrome 5/4 serta warga RT 05 sudah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ditetapkan.
“Kami merasa peranan dewan juri perlu dipertanyakan. Tim kami sangat kompak, latihan intensif, dan penampilan kami sudah sesuai SOP. Kenapa kok kita tidak mendapatkan nomor atau penghargaan? Ini menjadi bahan evaluasi bagi panitia ke depannya,” keluh Pak Sleman dengan nada kecewa namun tetap konstruktif.

Meski demikian, acara syukuran berlangsung khidmat dan meriah. Kegiatan ini bukan sekadar perayaan atas partisipasi lomba, melainkan juga momentum untuk memperkuat tali silaturahmi antarwarga kartar.
Desa Wonoayu,BPK kades Supriyadi ,bsc dan juri diharapkan dapat menampung aspirasi tersebut untuk peningkatan kualitas penyelenggaraan event serupa di masa mendatang, khususnya dalam hal transparansi dan objektivitas penilaian.
(NR)