Audiensi LSM Akbar Indonesia DPC Majalengka dengan Dinas Kesehatan Gagal Dilaksanakan
Rencana audiensi antara Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Akbar Indonesia DPC Majalengka dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka yang difasilitasi oleh Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Majalengka, terpaksa batal dan tidak dapat dilaksanakan.
Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada Senin, 6 April 2026, mulai pukul 13.00 WIB tersebut, mengalami kendala serius lantaran pihak Dinas Kesehatan tidak hadir memenuhi undangan. Hingga pukul 14.30 WIB, perwakilan dinas terkait belum juga muncul di lokasi rapat, sehingga proses diskusi tidak dapat dimulai.
Menanggapi ketidakhadiran tersebut, Sekretaris LSM Akbar Indonesia DPC Majalengka, Wawan Darmawan, menyatakan kekecewaannya yang mendalam. Ia menilai sikap tersebut tidak menunjukkan itikad baik dan kurang menghargai proses serta waktu yang telah disepakati. Akibatnya, pihaknya memutuskan untuk melakukan walk out atau meninggalkan ruang rapat sebagai bentuk protes.
“Kami sangat kecewa karena sudah menunggu cukup lama, namun pihak Dinas Kesehatan tidak kunjung hadir. Hal ini menunjukkan kurangnya tanggung jawab dan keseriusan dalam menindaklanjuti permasalahan yang ada,” ujar Wawan Darmawan.
Lebih lanjut, Wawan menyampaikan bahwa LSM Akbar Indonesia DPC Majalengka tidak akan tinggal diam. Pihaknya berencana akan melakukan aksi demonstrasi ke kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka dalam waktu dekat, sebagai bentuk desakan agar permasalahan yang diusung segera mendapatkan perhatian dan solusi yang nyata.
Adapun agenda utama dalam audiensi yang direncanakan tersebut adalah untuk membahas dan menindaklanjuti sejumlah permasalahan krusial, antara lain penanganan limbah melalui Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang terjadi di Klinik kesehatan, Puskesmas dan juga di dapur Satuan Pelayanan pemenuhan Gizi (SPPG) pada program Makan Bergizi Gratis (MBG),
Kegagalan audiensi ini menjadi catatan penting bagi Komisi III DPRD Majalengka dan seluruh pihak terkait, mengingat pentingnya penyelesaian masalah lingkungan dan kesehatan masyarakat yang menjadi fokus utama dalam pertemuan tersebut. (WN)