Kabar Mengejutkan Dari Salah Satu Dapur SPPG Yang Ada Di Talaga Hingga Menyebabkan Keracunan
Minggu (31/05/2026)
Majalengka,- Salah satu dapur SPPG yang berada di Kecamatan Talaga, menjadi sorotan publik, setelah banyaknya siswa dan guru beserta ibu hamil yang keracunan setelah mengkonsumsi makan siang gratis dari dapur SPPG tersebut.
Awalnya awak media mendapatkan laporan dari masyarakat terkait hal itu, berdasarkan hasil investigasi di lapangan, awak media mendapatkan sebagian data-data korban yang di rawat di RSUD Talaga.
Berikut nama-nama korban yang awak media temukan :
Pasien Malam
- Ny. Siti hamdiyah (Guru SDN Kertarahayu) dirawat
- Ny. Mia murniasih (Guru Sman 1 Talaga) dirawat
Pasien pagi
- Nn. Liana Siswa SMAN 1 Talaga (rawat jalan)
Pasien siang
- An. Rainezha (Anak guru SMAN 1 Talaga) Rawat jalan
- Tn. Adi syaeful seorang guru di SMAN 1 Talaga (rawat jalan)
- An. Nayla bersekolah di SMAN 1 Talaga saat ini masih observasi terpasang infus berdasarkan hasil lab pasien rencana pulang (bisa rawat jalan)
- An. Rapka Yang Bersekolah di SDN gunung manik (saran rawat inap) tetapi keluarga dan pasien menolak untuk di rawat.
- An. Ulfa (Makan MBG adiknya) masih observasi terpasang infus berdasarkan hasil lab pasien rencana pulang (bisa rawat jalan)
- Ny. Elin Herlina ( ibu menyusui) diketahui MBG dari posyandu gunungmanik (rawat jalan)
Berdasarkan hasil temuan nama-nama korban keracunan di atas, saat ini awak media masih melakukan pendalaman guna mengetahui lebih lanjut adanya penambahan korban keracunan MBG tersebut, serta untuk mengetahui lebih detail dari dapur SPPG mana saja MBG yang di salurkan ke para korban tersebut.
Sementara untuk korban siswa dan guru SMAN 1 Talaga diduga makanan yang di salurkan berasal dari dapur SPPG yang berada di salado, saat ini awak media telah menghubungi pihak dapur SPPG yang berada di salado tersebut untuk konfirmasi melalui pesan WhatsApp.
Untuk korban Siswa SDN gunung manik dan ibu menyusui, awak media juga sudah melakukan konfirmasi melalui pesan WhatsApp.
Namun sampai saat ini belum mendapatkan jawaban dari pihak dapur SPPG yang berada di salado dan SPPG Gunung manik tersebut, menurut keterangan salah satu masyarakat menyatakan bahwa data-data korban masih terus bertambah dari hari jumat sampai saat ini mencapai 100 lebih korba jiwa.
Di antaranya Guru,Keluarga siswa, beserta siswa-siswi dan para tetangga guru-guru yang di akibatkan adanya siswa yang tidak hadir pada saat hari jum’at kemarin, akhirnya para guru sepakat untuk membagikan MBG tersebut ke beberapa warga tetangganya.
Untuk saat ini sampel dari dapur SPPG terkait sedang di tindaklanjuti Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka guna mengetahui secara pasti penyebab keracunan makanan dari MBG tersebut.
Dan kami selaku awak media masih terus menggali data informasi lebih lanjut terkait hal ini. (Redaksi)