Kabar Terbaru Dugaan Keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) Di Kabupaten Majalengka
Selasa (02/06/2026)
MAJALENGKA – Setelah munculnya pemberitaan di media, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Gunungmanik, Kecamatan Talaga, Kabupaten Majalengka, akhirnya buka suara. Hal menyusul adanya puluhan penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mengalami keluhan kesehatan usai mengonsumsi MBG Jumat (29/5/2026) kemarin.
Dikutip dari laman media Kabarmajalengka.pikiran-rakyat.com, pihak SPPG belum dapat menyimpulkan apakah keluhan yang dialami para penerima manfaat berasal dari makanan yang dibagikan atau faktor lainnya, karena masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
Kepala SPPG Gunungmanik, Dewi Andayani, mengatakan hasil penelusuran sementara menunjukkan sebagian besar penerima manfaat tidak langsung mengonsumsi makanan setelah dibagikan.
Menurut pihaknya, makanan MBG seharusnya disantap segera jangan dibawa pulang dan dikonsumsi lebih dari beberapa jam. Terlebih setelah pihaknya melakukan pengecekan di lapangan, itu banyak penerima manfaat yang memasukkan makanan ke wadah lain dan tidak langsung mengonsumsinya.
“Padahal sejak awal kami sudah mengingatkan agar makanan dimakan di tempat, karena kondisinya masih segar dan tidak layak untuk disimpan terlalu lama,” kata Dewi kepada para wartawan, Senin (1/6/2026).
Dewi menjelaskan, makanan yang telah diporsikan ke dalam ompreng idealnya dikonsumsi dalam rentang waktu empat hingga enam jam setelah disajikan.
Meski demikian, pihaknya tidak ingin berspekulasi mengenai penyebab kejadian tersebut. Karena sampel makanan telah dikirim untuk diperiksa di laboratorium, dan hasilnya masih menunggu proses analisis dari pihak berwenang.
“Kami belum bisa memastikan apakah sumber masalah berasal dari makanan atau faktor lain. Karena itu kami memilih menunggu hasil laboratorium sebelum mengambil kesimpulan,” Ucapnya.
Menu MBG yang dibagikan pada hari itu terdiri dari nasi putih, telur puyuh berbumbu, tumis labu siam dan jagung, serta tahu krispi. Hasil pemeriksaan laboratorium nantinya akan menjadi dasar evaluasi menyeluruh terhadap proses penyediaan makanan hingga distribusi kepada penerima manfaat.
Hal ini menjadi sorotan publik, hingga terdengar ke telinga Ketua LSM Akbar Indonesia DPC Majalengka Asep Mulyana.
Menurut Asep Mulyana selaku ketua LSM Akbar Indonesia DPC Majalengka, pengawasan dari pihak kedinasan saya rasa kurang maksimal atau di duga hanya pengawasan berbentuk Formalitas saja .
terjadinya keracunan akibat makan bergizi Gratis bukan kali ini saja dan bukan hanya di majalengka saja. Seharusnya dapat menjadikan cermin terkait pelayanan program ini.
Kita tunggu apakah hal ini dapat diperbaiki atau pengelola MBG tersebut dikenakan sanksi, kita tunggu saja apa yang akan dilakukan oleh pemerintah terkait kejadian keracunan tersebut, kami berharap hal ini segera di selesaikan, pungkas Asep Mulyana.
Kami selaku awak media masih terus mengawal untuk mengetahui secara pasti hasil pemeriksaan laboratorium dari dinas kesehatan kabupaten majalengka, yang sampai saat ini masih belum keluar hasilnya.
(Redaksi)