Aksi Video Viral Di Facebook Seorang Warga Keluhkan Ketidaksesuaian Takaran BBM Di SPBU Heuleut Berujung Minta Maaf.

Akbarindonesia.com// Majalengka- Seorang warga sekaligus konsumen SPBU Heuleut Kecamatan Leuwimunding Kabupaten Majalengka sempat mengunggah video di Facebook pada hari selasa (21/07/2026).
Dalam unggahannya, ia menjelaskan bahwa dirinya merasa kesal dan merasa dirugikan akibat pembelian BBM jenis pertamax yang menurutnya tidak sesuai takaran.
Bahkan sempat terlibat adu mulut dengan oprator SPBU tersebut, untuk membuktikan takaran yang tidak sesuai, dirinya langsung membawa beberapa botol dari rumahnya, yang di yakini botol tersebut bisa mempermudah untuk menentukan takaran yang pas.
Iya juga menjelaskan di dalam komentar unggahannya, bahwasanya dirinya melakukan penakaran secara langsung yang disaksikan oleh pihak SPBU tersebut dengan menggunakan alat dari SPBU itu sendiri, dan hasilnya kurang beberapa liter.
Setelah video viral, awak media langsung melakukan konfirmasi kepada manajemen SPBU tersebut untuk meminta keterangan lebih lanjut.
Namun menurut pengakuan salah satu perwakilan manajemen SPBU menyatakan bahwa memang benar adanya kejadian tersebut saat ditemui awak media pada hari kamis sore (23/07/2026).

“Iya memang betul kejadian tersebut, bahkan kita juga sempat berusaha melerai warga tersebut karna sudah tersulut emosi, dan memang sempat juga beliau menakar ulang BBM yang ia beli dengan menggunakan botol miliknya dan alat takar milik SPBU, tetapi memang alat takar ini tidak bisa menjadi acuan, karna hanya alat khusus dari pihak metorologi yang bisa mengukur dengan tepat dan pas sesuai dengan ketentuan.”ungkap salah satu pihak manajemen saat di wawancara.
Atas kejadian tersebut, pihak manajemen SPBU Heuleut Kecamatan Leuwimunding Segera memanggil pihak yang bersangkutan ditemani aparat kepolisian dan turut hadir juga dari pihak pertamina serta dari metorologi untuk melakukan klarifikasi atas unggahan video yang sempat viral dan menuai pro kontra di kalangan masyarakat.
Akhirnya yang bersangkutan bersedia hadir, saat ini permasalahan sudah diselesaikan dengan permohonan maaf dari pengunggah video viral tersebut. (Redaksi)