Ateng Sutisna Dorong Transisi Energi dan Penggunaan Produk Lokal, Antisipasi Kelangkaan BBM Dampak Konflik Timur Tengah
Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sumedang, Majalengka, Subang (SMS), Ir. H. Ateng Sutisna, M.BA, menyoroti isu kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi belakangan ini. Menurutnya, situasi ini tidak lepas dari dampak gejolak politik dan konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah, khususnya antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat (AS).
Hal tersebut disampaikan Ateng Sutisna usai menghadiri kegiatan Halal Bihalal DPD Partai PKS Kabupaten Majalengka, pada Sabtu (11/04/2025). Acara yang penuh keakraban ini digelar di Saung Nganteur Kahayang, Desa Salagedang, Kecamatan Sukahaji, Kabupaten Majalengka.
Dalam kesempatannya, politisi PKS ini menjelaskan bahwa ketegangan di kawasan tersebut memberikan pengaruh besar terhadap pasokan dan harga minyak dunia, yang akhirnya berdampak langsung pada ketersediaan energi di dalam negeri.
“Melihat situasi geopolitik yang tidak menentu, terutama konflik yang melibatkan negara-negara produsen minyak, kita harus waspada. Pasokan BBM kita sangat bergantung pada situasi global tersebut,” ujar Ateng.
Ia juga menyampaikan bahwa jika kenaikan harga BBM terjadi maka akan berdampak pada kenaikan harga komoditi lainnya yang berpengaruh pada stabilitas perekonomian masyarakat
Himbauan Hemat Energi dan Cintai Produk Dalam Negeri
Menanggapi kondisi tersebut, Ateng Sutisna mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk lebih bijak dan disiplin dalam menggunakan energi. Ia menekankan pentingnya penghematan BBM sebagai langkah antisipatif agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.
Selain soal energi, legislator ini juga mengajak masyarakat untuk mulai mengalihkan pola konsumsi. Ia meminta agar produk-produk buatan Indonesia lebih diutamakan dan digalakkan penggunaannya. Hal ini dinilai penting untuk memperkuat ekonomi nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap impor.
Dukung WFH dan Kendaraan Listrik
Lebih lanjut, Ateng Sutisna menyatakan dukungannya terhadap kebijakan pemerintah yang menerapkan sistem kerja Work From Home (WFH) atau bekerja dari rumah. Menurutnya, langkah ini efektif untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak secara signifikan karena mengurangi mobilitas masyarakat