DANA DESA KEMANA? KETIKA WARGA SIDODADI HARUS BANGUN POS SENDIRI

Akbarindonesia.com//DELI SERDANG,– Ada pertanyaan besar yang menggantung di Dusun 2 Gang Dame, Desa Sidodadi, Kecamatan Biru-biru, Kabupaten Deli Serdang.
Di tengah kucuran Dana Desa setiap tahun, mengapa warganya masih hidup dalam gelap? Jalan protokol dusun tanpa lampu penerangan sudah berbulan-bulan. di biarkan. Dan yang paling menyakitkan, pembangunan pos desa pun harus dilakukan dengan uang swadaya masyarakat sendiri.
Lalu wajar jika warga bertanya: Dana Desa itu kemana?pengakuan seorang warga dusun 2 gang dame.
Usulan Diabaikan, Swadaya Jadi Jalan Terakhir
Warga mengaku sudah mengusulkan pemasangan lampu penerangan ke pemerintah desa. Namun hingga kini tidak ada tanggapan. Tidak ada realisasi.
Akhirnya warga terpaksa patungan membangun pos ronda. Padahal itu adalah fasilitas dasar yang seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah desa.
“Kalau pos saja kami buat sendiri, terus Dana Desa dipakai untuk apa?” keluh seorang warga.
Transparansi Adalah Hak Warga
Dana Desa bersumber dari uang rakyat. Tujuannya jelas: untuk membangun desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Oleh karena itu, warga berhak tahu. Berapa Dana Desa yang masuk ke Desa Sidodadi? Dan untuk program apa saja digunakan? Papan informasi APBDes harus dipasang dan mudah diakses warga.
Tanpa transparansi, kecurigaan akan terus muncul.
Pemerintah Harus Hadir
Kami Media Akbarindonesia.com mendesak Kepala Desa Sidodadi, Camat Biru-biru, dan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang untuk segera merespon keluhan ini.
Jangan biarkan ada dusun yang gelap gulita sementara anggaran pembangunan ada. Jangan biarkan warga merasa diabaikan,itulah berita yang kita dapat dari seseorang warga yang tidak mau di sebutkan namanya.
Pembangunan yang benar adalah ketika rakyat merasakan manfaatnya secara langsung. Ada lampu di jalan. Ada jalan yang layak. Ada rasa aman.
Jika pos harus dibangun swadaya dan lampu harus diminta berkali-kali, maka ada yang salah dalam perencanaan dan pelayanan.
Dana Desa ada. Sekarang tinggal dibuktikan: sampai atau tidak ke Gang Dame.
(Bin sukarmin)