Tanam Kangkung di Sekolah, Siswa SMPN 4 Petarukan Belajar Mandiri Pangan Sejak Dini

Akbarindonesia.com,Pemalang,-Suasana area belakang SMP Negeri 4 Petarukan tampak berbeda dari biasanya. Riuh rendah suara tawa ratusan siswa berpadu dengan aroma tanah basah.
Mengenakan seragam olahraga, tangan-tangan muda mereka tampak cekatan menanam benih, menyiram, dan merawat hamparan tanaman kangkung yang hijau subur.
Bukan sekadar kegiatan pengisi waktu luang, aktivitas berkebun ini merupakan bagian dari program kurikulum inovatif sekolah. Tujuannya adalah untuk mengenalkan sekaligus mengajarkan konsep ketahanan pangan kepada generasi muda sejak dini.
Kepala SMP Negeri 4 Petarukan Hadi Harnoto menjelaskan, bahwa kangkung dipilih karena masa panennya yang relatif cepat dan perawatannya yang mudah.
“Tanaman kangkung sangat cocok untuk memotivasi siswa agar langsung melihat hasil kerja keras mereka dalam waktu singkat,Kami ingin para siswa tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga tahu bagaimana proses pangan itu dihasilkan, jelas Hadi, pada Minggu ( 26/07/2026).
Lebih lanjut dirinya menuturkan,Melalui budidaya kangkung diharapkan siswa belajar menghargai proses tanaman , menumbuhkan jiwa wirausaha, dan yang paling penting adalah memahami pentingnya kemandirian pangan di lingkungan terkecil yaitu keluarga.

Antusiasme tinggi pun terpancar dari para siswa. Salah satu murid kelas VIII mengaku sangat senang dengan program ini. Baginya, belajar di luar kelas dengan menyentuh tanah langsung memberikan pengalaman baru yang seru dan bermanfaat.
“Ternyata menanam kangkung itu seru sekali. Sekarang saya jadi tahu cara merawat tanaman yang benar agar subur. Di rumah, saya juga jadi tertarik untuk memanfaatkan lahan kosong bersama orang tua,” ungkapnya dengan penuh semangat.
Menariknya, hasil panen kangkung ini nantinya tidak hanya dikonsumsi bersama di sekolah, tetapi juga dipasarkan ke warga sekitar dan orang tua murid. Melalui langkah kecil dari lahan sekolah ini, SMPN 4 Petarukan berhasil membuktikan bahwa edukasi ketahanan pangan bisa dikemas secara menyenangkan, produktif, sekaligus berdampak nyata bagi lingkungan.
( Ragil)