Kelebihan Bayar 500jutaan, Kegiatan Alun Alun, Gunakan Jasa Konsultan Pengawas PT Mitra Cipta Enggineering.

Akbarindonesia.com//Sidoarjo, – Hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Jawa Timur, mengungkap dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP), dilakukan melalui pengujian fisik dan administrasi, terdapat sejumlah pekerjaan yang tidak sesuai dengan ketentuan kontrak.
Revitalisasi Alun alun yang dilaksanakan PT Samudra Anugrah Indah Permai senilai Rp26,7Miliar, dengan Jasa Konsultan Pengawas PT Mitra Cipta Engineering dengan nilai Rp. 622.265.873,60. Tahun Anggaran 2025. Di nyatakan selesai melalui Berita Acara Serah Terima (PHO) pada 9 Januari 2026. Kelebihan pembayaran Rp566.442.764,27. kepada kontraktor pelaksana.
Temuan pada pekerjaan mekanikal, elektrikal, plumbing (MEP) dan elektronik dengan nilai koreksi mencapai Rp402.927.856,85. Juga pada pekerjaan trotoar, akses dan drainase senilai Rp132.664.862,45. Sementara pekerjaan lainnya tercatat memiliki kelebihan pembayaran sebesar Rp85.020.837,47.
BPK juga menemukan koreksi pada sejumlah pekerjaan taman. Di antaranya amphitheater Rp4.206.549,92, taman bermain Rp10.503.034,72, taman gym Rp390.018,11, taman balita Rp553.780,29, taman lansia Rp413.787,66, serta entrance barat Rp864.648,26.
Area Paseban, auditor menghitung koreksi sebesar Rp20.711.633,33. Untuk pekerjaan Taman Palm, nilai koreksi mencapai Rp114.237.920,25. Menunjukkan adanya pekerjaan yang tidak sesuai dengan volume atau spesifikasi total kelebihan pembayaran yang ditemukan BPK mencapai Rp566.442.764,27. ini menjadi sorotan Dewan Perwakilan Rakyat
Ketua Komisi C DPRD Sidoarjo, H. Choirul Hidayat, menilai persoalan tersebut harus menjadi bahan evaluasi serius terhadap tata kelola proyek pemerintah daerah.
Tak kalah menarik, disisi lain, Yoscan pemerhati lingkungan antikorupsi menambahkan,” Pemicu kelebihan bayar berasal dari berita acara, biaya dan waktu, laporan progres kegiatan, yang terindikasi di manipulasi, ini sudah jelas tugas Jasa Konsultan Pengawas, yang di serahkan ke pihak Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), nah disini akan nampak siapa pemaian keuangan negara ?!, kami menduga adanya unsur kesengajaan Konspirasi, sejak awal.” tegasnya.
(nr)